Thursday, 17 February 2011

cara praktis memperbaiki power supply

artikel ini dibuat untuk yang sering dan hobi oprek komputer

check this out ......
====================================

Cara praktis untuk memperbaiki power supply komputer dapat di lakukan sebagai berikut :

[1]. Lepaskan kotak power supply dari cassing agar memudahkan memeriksa rangkaian elektronik dan lepaskan seluruh kabel dari alat-alat lain. Bukalah kotak power supply sambil memeriksa fisik komponen elektronik, barangkali ada yang terbakar dapat diketahui.

[2]. Periksalah FUSE pada masukkan AC 220V dari sumber listrik luar, lepaskan FUSE tersebut dari soketnya dan ukur hubungan kawat pengamannya dengan ohm-meter pada posisi X1. Jarum ohm-meter harus menunjukkan nilai sekitar 0 ohm, yang berarti FUSE tersebut masih baik. Jika ohm-meter menunjukkan angka yang tak terhingga, berarti FUSE sudah putus, harus diganti baru. Jangan melakukan sambungan kawat pada FUSE yang sudah putus, karena batas arus lelehnya mungkin akan menjadi lebih besar dan akan menyebabkan kerusakan bagian lain.


[3]. Jika FUSE baik atau sudah diganti baru tetapi masih juga tidak dapat mengeluarkan tegangan DC, maka lanjutkan dengan memeriksa transistor power switching 2SC3039 (dua buah) yang bertugas sebagai kendali catu daya secara PWM. Lepaskan dua transisitor 2SC3039 tersebut dari PCB dan lakukan pemeriksaan kondisi masing-masing dengan multimeter. Bila salah satu transistor rusak untuk menggantinya sebaiknya keduanya diganti dengan transistor baru, agar karakteristiknya terjamin dan simetris, ketidakseimbangan karateristik dua transistor ini menyebabkan gangguan stabilitas tegangan DC yang dikeluarkan power supply.


[4]. Lepaskan diode brigde atau empat buah diode perata yang langsung meratakan arus listrik AC pada bagian masukkan, periksalah kondisi diode ini dengan multimeter. Kadang sering terjadi salah satu diode-nya bocor atau hubungan singkat, sehingga arus listrik AC ikut masuk ke rangkaian switching dan melumpuhkan power supply secara keseluruhan transistor power akan ikut rusak, terbakar. Bahkan jika tingkat kebocoran diode ini ini sangat besar, maka trafo switching akan meleleh, kawatnya terkelupas, dan terhubung singkat, kerusakan ini yang paling fatal.


[5]. Periksa juga transistor pembangkit pulsa "power on reset", juga kapasisitor dan resistor yang terdapat pada rangkaian basis transistor tersebut. Jika rangkaian transistor ini bekerja dengan baik, maka seluruh hasil regulasi tegangan DC akan di reset oleh pembangkit PWM dan akibatnya power supply tidak mengeluarkan DC sama sekali. Gantilah transistor baru jika dari pengetesan transistor POR ini ternyata rusak. Begitu juga apabila kapasitor di test akan kering, nilainya berubah, maka harus di ganti baru dengan nilai yang persis sama dengan sebelumnya.


[6]. Karena Power Supply komputer umunya bekerja dengan temperatur yang lebih tinggi dari suhu ruangan, maka ada kemungkinan karena panas yang berlebihan menyebabkan solderan kaki-kaki komponen atau kabel-kabel ada yang terlepas. Periksalah seluruh solderan pada PCB Power Supply, lebih bagus lagi pastikan hubungannya di perbaiki dengan jalan di solder ulang dengan timah yang lebih lunak (encer, flux 60/40). Sehingga hubungan kabel atau kaki komponen yang mungkin longgar dapat di jamin bersambung kembali dan umumnya power supply akan dapat bekerja normal kembali.


[7]. Komponen aktif yang pengetesannya tidak dapat di lakukan dengan multimeter adalah ICTL494 yang bertugas sebagai pembangkit PWM untuk mengendalikan transistor power switching bekerja. IC ini hanya di test dengan membandingkan terhadap IC yang normal pada power supply yang lain yang sejenis. Pergunakan soket IC yang dicurigai rusak dengan IC pembanding yang masih bagus.


[8]. Bila proses pemeriksaan dan pergantian komponen yang rusak sudah dilakukan secara keseluruhan, maka cobalah power supply dihidupkan dengan memasang beban berupa disk drine saja. Periksalah apakah kipasnya berputar, ukur tegangan kabel yang berwarna kuning (+12), merah (+5), biru (-5), biru (-12), orange (POR) terhadap kabel warna hitam (ground). Bila parameter tegangan pada kabel-kabel tersebut sudah benar, matikan power supply dan gantilah bebannya dengan motherboard atau beban lengkap seperti semula, cobalah sekali lagi.

Baca Lagi......

cara mengatasi kemalasan pada anak

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr) ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.

Malas

malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia)

Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya/untungnya karena bagi ana-anak tidak secara langsung dapat menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).

Sebab

1. Faktor intinsik (dalam diri anak sendiri)
a. Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain
b. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/membantu orang tua)
c. Sedang sakit
d. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan dll)
e. IQ/EQ anak

2. Faktor ekstrinsik
a. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya (terlalu berlebihan memperhatikan)
Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.

b. sedang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang "kacau" karena ada adik baru).

c. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).
Termasuk dalam hal ini adalah guru dan teman sekolah.

d. Tidak mempunyai sarana yang menunjang blajar (misal tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat tulis, buku dll)

e. suasana rumah
misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations.

Mengatasi Malas Belajar Anak

Mencari sebab musababnya anak menjadi malas adalah langkah pertama. Saran berikutnya antara lain sbb:

1. Menanamkan pengertian yang benar tentang seluk beluk belajar pada anak sejak dini.
Terangkan dengan bahasa yang dimengerti anak. menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.

2. Berikan contoh "belajar" pada anak.
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat belajar (misalnya membaca buku-buku). Sesekali ayah-ibu perlu berdiskusi satu sama lain, mengenai topik-topik serius (suasana seperti anak sedang kerja kelompok dan diskusi dengan teman-teman, jadi anak melihat kalau orangtuanya juga belajar).

2. Berikan insentif jika anak belajar. Insentif yang dapat diberikan ke anak tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian. Pujilah anak saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh

3. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau ikut menjawab kuis ). Jika anak bisa menjawab, puji dia dengan menyebut kepintarannya sebagai hasil belajar. Kalau anak tidak bisa, tunjukkan rasa kecewa dan mengatakan "Yah Ade nggak bisa jawab, nggak bisa bantu Mama deh. Ade, di buku pelajarannya ada nggak sih jawabannya? Kita lihat yuk sama-sama". Dengan cara ini, anak sekaligus akan merasa dipercaya dan dihargai oleh orangtua, karena orangtua mau meminta bantuannya.

4. mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing, atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

5. Komunikasi
Hendaklah ortu membuka diri , berkomunikasi dengan anaknya guna memperoleh secara langsung informasi yang tepat mengenai dirinya.
Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

6. Menciptakan disiplin.
jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.

7. Menegakkan kedisiplinan.
Setelah point 6, Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan rutinitas yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.

8. Pilih waktu belajar terbaik untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu belajarnya.

9. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu jadwal belajar yang sesuai.
dalam hal ini IQ, EQ, kemampuan konsentrasi ,daya serap dll.

10. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman
Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

11. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak.
Dalam hal ini jika anak sakit/sedih.

Beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam menyikapi anak yang sedang dilanda malas belajat adalah

1. Orangtua harus menyadari sisi positif sang anak.
Galilah sisi positif anak agar anak menyadari dirinya sendiri untuk mengatasi masalahnya,.

Pernah nggak sih kamu menghadapi PR yang sangat sulit, tapi akhirnya bisa mengatasinya?

Ajak anak untuk mengingat ingat, dan kemudian bercerita. Begitu anak mengingat momen itu, gali lebih jauh. PR apa itu, apa saja kesulitannya, bagaimana dia mengatasinya, dan seterusnya.

Anak akhirnya tersadar bahwa dia bisa mengatasi kesulitan-kesulitannya itu, karena dia memiliki sisi positif tertentu. Sisi itu bergantung dari sang anak. Bisa saja karena kesabaran, keuletan, usaha dia untuk bertanya kepada teman, dan sebagainya.

Perkuat keyakinan anak, atau sadarkan anak. Misalnya dengan mengatakan: Nah, kamu pernah mengalami hal yang seperti ini, dan berarti kamu bisa mengatasinya

2. Gunakan imajinasi anak

Orangtua membantu anak membayangkan, apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Baik dalam waktu panjang atau pendek.

Pancing anak untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan jika dia berhasil mengerjakan PR-nya dengan baik., kira-kira apa ya komentar dari guru? Minta dia menggambarkan imajinasinya dengan jelas, apa jadinya jika PR-nya bagus. Mulai dari bagaimana senyum sang guru, komentarnya, dan sebagainya.

3. Mengarahkan anak untu berteman dan "hidup" dalam lingkungan yang baik dan mendukung.

4. Tidak terfokus bahwa belajar hanya berkutat pada buku non fiksi. Gunakan segala hal yang baik yang mampu membuat anak "belajar"tentang segala sesuatu, termasuk permainannya karena dunia bermain adalah dunia anak-anak Pilih dan arahkan permainannya sehingga anak bisa berkembang.

5. Memberikan bekal nilai-nilai religius pada anak

Inilah faktor yang sangat penting ,disamping doa orang tua akan anak-anaknya. Apalagi di jaman yang berkembang dengan pesatnya. Tak mungkin orang tua memberikan pengawasan secara kasat mata terus menerus.Juga kemajuan teknologi. Satu hal yang menjadi jawabnya adalah: beragama dengan baik dan benar.


Semoga artikel ini dapat membantu orang tua dalam mengatasi anknya yang malas belajar.
Wallahu A`lam

sumber
http://www.e-psikologi.com/anak/060502.htm
http://www.keluargabahagia.com/artikel.php?act=detail&id=13
keajaibankecil.wordpress.com

Baca Lagi......

Reset Printer Canon Pixma IP 1200, 1300, 1800

Just sharing
Cara Reseter Printer Canon Pixma IP 1200, 1300, 1800


Pedoman Reset Ink Tank Full Error Canon IP1200 , 1300, 1800

Tahap Pertama (Reset Hardware)

1. Matikan printer, lalu cabut kabel power.
2. Tekan dan tahan tombol Power (gunakan jari telunjuk untuk menahan tombol power).
3. Pasang kembali kabel Power.
4. Gunakan jari tengah untuk menekan tombol Resume sebanyak 2 kali.
5. Lepaskan jari telunjuk anda dari tombol Power.
6. Anda telah menyelesaikan tahap pertama untuk reset Ink Tank Full Error (lampu power berkedip-kedip).

Tahap Kedua (Reset Software) agar Permanen

1. Download IP1200 & 1600 Resetter dari sini nih 

2. Pastikan attribut semua file bebas dari Read Only.
3. Jalankan GeneralTool.exe
4. Pada USB Port pilih Port printer anda.
5. Pilih (centang) EEPROM CLEAR
6. Sediakan kertas kosong untuk print. Lalu Klik tombol Test Pattern 1
7. Selesai Printer IP1200 dan IP1600 anda normal kembali

Baca Lagi......

Jangan biarkan HardDisk Nganggur

Kali ini ane mau sedikit memberikan tips yang ane dapet dari hasil surfing di mbah gugel nih. silahkan disimak aja deh.

=======================================
Jangan Biarkan Hard Disk Nganggur
For Windows 7 (tested)

Pada saat komputer menganggur, secara fisik sebenarnya semua komponen bekerja secara penuh.
Hard Disk misalnya, tetap berputar meski tak ada aktifitas yang dilakukan. begitu juga aliran listrik, tetap mengalir dengan daya yang tak jauh berbeda. ini sungguh suatu pemborosan.
Daripada listrik mengalir tanpa guna, lebih baik Hard Disk diatur aga secara otomatis merapikan diri guna optimalisasi saat kamu tinggalkan idle, alias nganggur.
Dengan begini kamu juga akan menghemat waktu karena tidak perluh terlalu sering meluangkan waktu untuk menjalankan Disk Defragment dalam periode dekat.

Berikut adalah langkah-langkah untuk optimalisasi Hard Disk:
Klik “Start”, kemudian regedt32.exe
Masuklah ke subkey
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\micr*soft\Windows\Curr entVersion\OptimalLayout
Buatlah sebuah DWORD value baru. Caranya, klik kanan mouse pada bagian kanan windows, kemudian pilih “New -> DWORD (32bit) value”.
Klik Ganda DWORD Value EnableAutoLayout.
Ganti Value datanya dengan nilai 1.
Klik “OK”.
Tutup Registry Editor, dan Restart PC.

Baca Lagi......

Dealing with Difficult Parents - Menghadapi Orang Tua Siswa yang Sulit

Artikel ini ada 2 bahasa, sekalian mengasah bahasa Inggris juga,,heheheh,,,,so selamat menikmati, eh salah, selamat membaca

=======================================

Taken from the article "14 Steps to Teacher Assertiveness:
How to cope with difficult parents, principals and staff members"

by Mike Moore



Remember that you can't change toxic parents, principals or fellow staff members, but you can learn to cope with them and neutralize their impact on your life. Here are some effective strategies to try.




* Always stand at eye level with the person you are confronting. Never have them standing over you, looking down.


* Respect the toxic person and always expect respect in return. Settle for nothing less.


* Remain calm. A calm cool response to an angry verbal barrage can neutralize a toxic experience.


* Listen attentively.



* Don't argue or interrupt, just listen.


* Don't accuse or judge, just state how you feel about the situation.


* If the toxic person tries to verbally bully you, just say, "I'm sorry but I don't allow people to treat me this way. Perhaps we can continue this when you have calmed down." Then slowly and calmly walk away.


* When someone is being toxic to you here is a powerful response and one that is easy to use because you don't have to say a word. In the midst of a toxic attack just ........ PAUSE....LOOK AT THE PERSON, WITHOUT EMOTION......TURN AND WALK AWAY. It works!


* While anger is sometimes a valid response it has to be used as a last resort. Anger doesn't usually accomplish anything with a difficult parent and can actually cause further alienation.


* Put your qualifications on display. Whether people like to admit it or not they are impressed by paper qualifications. When you enter a doctor's office you see behind his/her desk all the degrees, diplomas and additional courses taken in various medical fields, etc. When you see this you begin having more confidence in the expertise of the doctor. I think teachers should do the same. Behind your desk have copies of your degrees, teacher's certificates, professional courses taken etc. mounted on the wall for all to see.

* When Interviewing a difficult parent never sit behind your desk. Move your chair out from behind the desk and place it close to and in front of the parent. This sends a strong assertive message to the one being interviewed. It says, "I am comfortable and confident in this situation." That's just the message your want to send.

* Never underestimate the power of a stern, disapproving look. It certainly saves you words and allows you to assert yourself with minimum risk. If someone is doing or saying something that puts you down or tries to overpower you, give them a look of disapproval which says loudly and clearly, "BACK OFF."


* Selective silence is one of the most effective ways of dealing with difficult people. It is easy to use, and very low threat. When people are being difficult, they are often seeking attention and power. When you respond verbally to their toxic attack you are giving them attention and power they desire. When you use selective silence you deny them both attention and power. You are basically ignoring them and no one likes to be ignored.


* When you are being harassed by a fellow staff member or fellow teacher with your board, in the interest of professional ethics, you must have the courage to confront. You can do this verbally face to face, or in writing. Stay calm and professional. You can say something like this. " It has come to my attention that you have some concern about my teaching. Is this true?" Listen calmly and carefully to their response. Follow up with, " Perhaps you could put your concerns in writing. I will study them and get back to you with my written response." Great harm is done to a teacher's reputation and well-being by a fellow teacher acting unprofessionally. Challenge them.


REMEMBER.... You don't exist to be anyone's doormat.


===========================================================


Diambil dari artikel "14 Langkah menjadi Guru Tegas: Cara mengatasi orang tua, kepala sekolah dan anggota staf yang sulit dihadapi" oleh Mike Moore


Ingat bahwa Anda tidak dapat mengubah sikap orang tua, kepala atau anggota staf sesama, tetapi Anda dapat belajar untuk mengatasi mereka dan menetralisir dampaknya terhadap hidup Anda. Berikut adalah beberapa strategi yang efektif untuk mencoba.

* Selalu bertatapan mata dengan orang yang Anda hadapi.Jangan pernah biarkan mereka berdiri atas kamu, menatap ke bawah.

* Menghormati orang yang sulit dan selalu mengharapkan hormat sebagai imbalan. Puas tidak kurang.

* Tetap tenang. Respon yang tenang ke sebuah serangan amarah verbal dapat menetralkan pengalaman yang sulit.

* Dengarkan dengan penuh perhatian.

* Jangan membantah atau mengganggu, hanya mendengarkan.

* Jangan menuduh atau menghakimi, hanya menyatakan bagaimana perasaan Anda tentang situasinya.

* Jika orang tersebut mencoba untuk menggertak Anda, katakanlah, "Saya minta maaf tapi saya tidak akan mengizinkan orang untuk memperlakukan saya seperti ini. Mungkin kita bisa melanjutkan ini ketika Anda sudah tenang." Lalu perlahan dan tenang tinggalkan dia.

* Ketika seseorang sedang marah kepada Anda, ini adalah respons yang kuat dan salah satu yang mudah digunakan karena Anda tidak perlu mengucapkan sepatah kata pun. Di tengah serangan beracun saja ........TAHAN .... LIHAT ORANG LAIN, TANPA EMOSI……BERPUTAR DAN TINGGALKAN PERGI… It works!

* Sementara kemarahan kadang-kadang respon yang valid itu harus digunakan sebagai upaya terakhir. Kemarahan biasanya tidak mencapai apa-apa dengan orang tua yang sulit dan benar-benar dapat menyebabkan keterasingan lebih lanjut.

* Pasang kualifikasi Anda pada layar. Apakah orang-orang seperti mengakuinya atau tidak mereka terkesan dengan kualifikasi kertas. Ketika Anda memasuki kantor dokter Anda melihat seluruh sudut dibelakang dirinya, diploma dan kursus tambahan yang diambil dalam berbagai bidang kedokteran, dll Bila Anda melihat ini Anda mulai memiliki lebih percaya diri pada keahlian dokter. Saya rasa guru harus melakukan hal yang sama. Di belakang meja Anda memiliki salinan derajat Anda, sertifikat guru, program profesional yang dipelajari, dll. Dipasang di dinding untuk dilihat semua orang.

* Ketika Wawancara orang tua yang sulit tidak pernah duduk di belakang meja Anda. Pindahkan kursi Anda keluar dari balik meja dan tempat itu dekat dan di depan orang tua. Ini mengirimkan pesan tegas yang kuat untuk salah satu yang sedang diwawancarai. Ia mengatakan, "Saya nyaman dan percaya diri dalam situasi ini." Itu hanya pesan yang ingin Anda kirim.

* Jangan pernah meremehkan kekuatan mengamati, tegas tidak setuju. Ini tentu menghemat kata-kata dan memungkinkan Anda untuk menyatakan diri dengan risiko minimal. Jika seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang menempatkan Anda di posisi bawah atau mencoba untuk mengalahkan Anda, berikan mereka pandangan ketidaksetujuan yang mengatakan dengan keras dan jelas, "BACK OFF."

* Diam selektif adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menghadapi orang yang sulit. Hal ini mudah digunakan, dan sangat rendah ancaman. Ketika orang sedang kesulitan, mereka sering mencari perhatian dan kekuasaan. Bila Anda merespon secara lisan untuk menyerang mereka, Anda memberi mereka perhatian dan kekuasaan yang mereka inginkan. Bila Anda menggunakan keheningan selektif Anda menolak mereka antara perhatian dan kekuasaan. Anda pada dasarnya mengabaikan mereka dan tidak ada yang suka diabaikan.

* Ketika Anda sedang dilecehkan oleh anggota staf atau sesama rekan guru dengan forum Anda, untuk kepentingan etika profesional, Anda harus memiliki keberanian untuk menghadapinya. Anda dapat melakukan ini secara verbal tatap muka, atau secara tertulis. Tetap tenang dan profesional. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti ini. "Telah menjadi perhatian saya bahwa Anda memiliki beberapa kekhawatiran tentang cara mengajar saya Apakah ini benar?." Dengarkan dengan tenang dan hati-hati untuk respon mereka. Menindaklanjuti dengan, "Mungkin Anda bisa memasukkan masalah Anda secara tertulis, saya akan mempelajarinya dan kembali kepada Anda dengan tanggapan tertulis saya.." Peringatan dilakukan untuk reputasi guru dan kesejahteraan oleh sesama guru bertindak tidak profesional. Tantang mereka.


INGAT .... Anda jangan pernah untuk menjadi keset siapapun.


http://www.inspiringteachers.com

Baca Lagi......

Ijazah Bagi yang putus Sekolah

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (PKBM)

"DAYA KREATIF INSANI"

Surat Izin Diknas : Terdaftar


Singkat saja, disini saya menawarkan bagi anda - anda semua yang mungkin memiliki teman, saudara, atau bahkan anda sendiri yang putus sekolah (SD, SMP, SMA), untuk mengikuti Bimbingan Belajar untuk Program Paket A (setara SD), B (setara SMP), C (setara SMA) untuk semua umur.


Adapun waktu pelaksanaan pembelajarannya tidak akan mengganggu aktivitas keseharian anda.


Administrasi (Pembayaran) dapat dicicil sesuai dengan kemampuan. dengan rincian : 1. Uang Pendaftaran (Paket A, B, C) = Rp 250.000,-

2. Uang Ujian + Ijazah :

* Paket A = Rp 1.000.000,-
* Paket B = Rp 1.100.000,-
* Paket C = Rp 1.200.000,-

Untuk Keterangan Lebih Lanjut dapat menghubungi nomor di bawah ini :


0878 8881 2945 ( Yoga Nugraha, S.Pd)

0896 3611 9217 ( Andri Santoso )

Baca Lagi......

Thursday, 2 December 2010

Keep a Noisy Class Quiet - Seven Tips for Helping Chatty Students Settle Down

One of the biggest struggles new teachers face is how to handle noisy students. Does this scenario sound familiar to you? You walk by other classrooms and hear absolutely nothing but the teacher's voice. As you step into your classroom, you are bombarded with a deafening din. You look helplessly around the room and try getting your class to pay attention. They don't hear you, so you raise your voice. The level of sound goes up as your students try to out talk you. If this has happened to you, you may want to take a look at some of these teacher tested tips for quiet classrooms.

1. Begin the school year with concrete rules about talking during class and what happens when the rules are broken. Make sure you follow up on the rules and consequences that you've created or they will not be effective. You may want to have the consequences be a three step process, especially if you are working with younger students. For example, the first offense results in a verbal warning. The second time you have to hush a student, he or she has to spend ten minutes of recess sitting quietly. The third time results in detention.
2. Create a signal for silence. Some teachers make a "v" sign. Others prefer waving hands or saying a rhyme or jingle. Train your students to recognize and obey the signal.
3. Visit the local teacher supply store and take a look at the teacher aids available. One nice option is a stop light that is perfect for monitoring the level of noise when you are allowing students to work in groups and discuss the work with each other. As the students start to get loud, you can move the light from green to yellow. When they are too loud, change the light to red. When they quiet back down, it can go back to green.
4. Give your students a way to remember to be quiet in hallways. Have younger students place a finger over their lips and keep it there as they walk by classrooms or ask them all to zip the imaginary zipper on their mouth before they walk out the door. When they reach their destination, remind them of the guidelines about talking in class and allow them to unzip their lips.
5. Don't try to talk over your students. They will always be able to get louder than you, because there are so many of them. If you want to try talking without hushing them first, talk as softly as possible. A few students will usually stop talking to find out what you are saying and others will follow suit.
6. Get their attention quickly by making an easy to notice change. Shutting off the lights or ringing a bell both are attention grabbers that create a momentary silence. Use that silence to quickly and firmly remind your students of the class rules on noise and to regain control of the class.

Finally, if your class is being particularly chatty, think about what is going on. Is it the day before a holiday? Are they taking achievement tests all day? In these situations, the best way to get your class to quiet down may be to do something else for a bit. One way to help them get back on track is to have them stand up, push in their chairs and sing a song as they march around the room. When they've burned off some of that energy, have them sit down and try being quiet and attentive again.


===============================================================


Salah satu perjuangan terbesar yang dihadapi guru baru adalah bagaimana menangani siswa berisik. Apakah skenario ini terdengar akrab bagi Anda? Anda berjalan melewati kelas lain dan tak mendengar apa-apa, hanya suara guru. Saat Anda melangkah ke dalam kelas, Anda akan dibombardir dengan hirukpikuk/keributan yang memekakkan telinga. Kau tampak tak berdaya di sekitar ruangan dan anda mencoba mendapatkan perhatian kelas. Mereka tidak mendengar Anda, sehingga Anda menaikkan suara Anda. Tingkat suara naik seiring siswa Anda mencoba untuk tidak mendengarkan anda. Jika hal ini terjadi pada Anda, Anda mungkin ingin melihat pada beberapa guru diuji ini tips untuk kelas yang tenang.

1. Mulailah tahun ajaran dengan aturan-aturan konkret tentang berbicara dalam kelas dan apa yang terjadi ketika aturan dilanggar. Pastikan Anda menindaklanjuti aturan dan konsekuensi yang telah Anda buat atau itu semua tidak akan efektif. Anda mungkin dapat menjalankan konsekuensi menjadi tiga langkah proses, terutama jika Anda bekerja dengan siswa yang lebih muda. Sebagai contoh, hasil pelanggaran pertama dalam peringatan lisan. Kali kedua anda harus mendiamkan siswa, dia harus menghabiskan sepuluh menit istirahat duduk tenang. Hasil ketiga kalinya dalam penahanan.
2. Buat sinyal untuk diam. Beberapa guru membuat tanda "v". Yang lain lebih memilih melambaikan tangan atau mengucapkan sajak atau jingle. Latihlah siswa anda untuk mengenali dan mematuhi sinyal.
3. Kunjungi toko pasokan guru lokal dan lihatlah barang bantuan yang tersedia. Salah satu pilihan yang bagus adalah sebuah stop light yang sempurna untuk memantau tingkat kebisingan ketika Anda menugaskan siswa untuk bekerja kelompok dan mendiskusikan pekerjaan satu sama lain. Saat siswa mulai berisik, Anda dapat memindahkan cahaya dari hijau ke kuning. Ketika mereka terlalu keras, ubah lampu merah. Ketika mereka tenang kembali, kembali ke hijau.
4. Berikan siswa Anda cara untuk mengingat agar tenang di lorong. Mintalah siswa yang lebih muda menempatkan jari di bibir mereka dan tetap di sana saat mereka berjalan diantara ruang kelas atau meminta mereka semua untuk menutup “ritsleting imajinasi” pada mulut mereka sebelum mereka berjalan keluar pintu. Ketika mereka mencapai tujuan mereka, mengingatkan mereka tentang pedoman tentang berbicara di kelas dan perbolehkan mereka untuk “unzip” bibir mereka.
5. Jangan mencoba untuk berbicara lebih keras dari siswa Anda. Mereka akan selalu bisa lebih keras dari Anda, karena mereka lebih banyak. Jika Anda ingin mencoba berbicara tanpa meredam mereka terlebih dahulu, bicaralah selembut mungkin. Beberapa siswa biasanya akan berhenti bicara untuk mengetahui apa yang anda katakan dan orang lain akan mengikuti.
6. Dapatkan perhatian mereka secepatnya dengan membuat mudah untuk melihat perubahan. Mematikan lampu atau membunyikan bel, keduanya merupakan pengalih perhatian yang menciptakan keheningan sesaat. Gunakan keheningan yang dengan cepat dan tegas mengingatkan siswa Anda aturan kelas pada kebisingan dan untuk mendapatkan kembali kendali atas kelas.

Akhirnya, jika kelas Anda sedang sangat gaduh, berpikir tentang apa yang sedang terjadi. Apakah hari sebelum liburan? Apakah mereka mengambil tes prestasi sepanjang hari? Dalam situasi ini, cara terbaik untuk mendapatkan kelas Anda untuk menenangkan diri mungkin untuk melakukan sesuatu yang lain untuk beberapa waktu. Salah satu cara untuk membantu mereka kembali ke jalur adalah minta mereka berdiri, mendorong di kursi mereka dan menyanyikan lagu seperti membuat mereka berbaris di sekitar ruangan. Ketika mereka telah mengeluarkan energi, persilahkan mereka duduk tenang dan penuh perhatian lagi.

Source : http://www.suite101.com/content/zip-those-lips-a30142

Baca Lagi......